Big Surprise on American Idol 5 Finale!
- Jumlah pemilih Taylor dan Kath sama persis sehingga panitia memutuskan untuk memulai lomba dari awal lagi?
- Terjadi kesalahan perhitungan, seharusnya yang masuk final itu Elliot bukannya Kath?
- Paula Abdul tertangkap basah memakai drugs setiap kali mau membuat komentar?
- Atau munculnya guess star yang nggak terduga?
Sekedar review aja ya. Final American Idol kemarin sama sekali nggak seru. Lagu yang dibawakan Taylor itu suck, dan yang dibawain Kath lebih suck lagi. Gak ngerti gue kenapa mereka bisa dapat lagu kayak gitu. Lagunya Delon ama Joy kemaren jauuuuuh lebih keren dari debut song mereka berdua. Akhirnya, gue lebih senang ganti channel ke JakTV. Di sana ada VH1 yang muter acara most embarassing moment-nya para selebriti. Lebih asyik ngeliat Ashlee Simpson nari-nari nggak jelas pas ketahuan lip sync daripada ngeliat Kath -yang pakai baju lima nomer lebih kecil- melakukan akrobat suara.
Lalu kemudian, sesuatu terjadi.
Ceritanya, Ryan mengumumkan best impersonator. Pokoknya semua peserta Idol yang ngaku mirip penyanyi lain ditampilkan. Siapa lagi kalau bukan laki-laki bersuara Cher dan the next Clay Aiken yang dipaksa marathon ama Simon. Pemenangnya sapa? Tentu aja si the next Clay Aiken. Ini kan bagian dari skenario. Ups! Yah, spoiler dong!
Ah, sudah terlanjur! Awalnya, tentu saja saya nggak sadar ini bagian dari skenario. Saya lumayan jengkel ketika si palsu ini diminta Ryan untuk nyanyi. Get real aja, Ryan! Masa kamu tega sih nyuruh dunia mendengarkan suaranya yang ampun-ampun itu. Untungnya, Ryan bisa membaca pikiran gue. Makhluk itu cuma punya sepuluh detik untuk nyanyi karena kemudian....
Clay Aikennya beneran dateng!
Bukan cuma si palsu yang terbengong-bengong dan nyanyi gak jelas (gue yakin mike-nya dah dimatiin ama teknisinya) hingga ditarik ama Ryan dan didudukin di kursi, gue yakin orang sedunia juga bakal sama.
Penampilan Clay berubah banget! Hilang udah si rambut spike! Hilang udah si nerd Clay. Yang tampil adalah Clay dengan gaya Asian Boy yang super stylish, super keren! Iya, tahu kan gaya rambut asia look yang sekarang? Clay begitu percaya diri dan seperti mengatakan pada dunia, "Gosip (baca: skandal) gay itu nggak cukup hebat untuk menghancurkan gue! Lihat penampilan gue sekarang, dengar suara gue dan hapuskan skandal sialan itu dari ingatan kalian"
Dan Clay... gue setuju banget! Gue langsung ambil type ex dan menghapus ingatan gue tentang skandal itu. Siapa yang peduli dengan skandal itu alau dengar suaranya? Udah lama banget gue nggak dengar Clay nyanyi, dan begitu gue mendengarnya lagi, ya ampyuuunn... gue baru sadar kalau gue kangen dengar dia menyanyi. Gue nonton sambil kipas-kipas dan cari es batu. Haaa.... panas... panas... Jakarta emang lagi panas.
Thursday, May 25, 2006
Editor Edisi Divisi Gubuk Derita


Ingat postingan kemarin yang berisi renovasi? Well, ternyata renovasi bukan hanya mampu merubah ruangan yang tadinya udah aneh menjadi aneh (by the way, they paint the wall with bright green. Really really bright

Dampak itu adalah… mati lampu. Nggak seluruh kantor, nggak seluruh departemen, tapi terpusat hanya divisi gue. Sumpah, kalau nggak ada acara renovasi, gue pasti berpikir ada konspirasi terhadap divisi gue.

Pada awalnya ini nggak masalah. Pagi, sinar matahari masih bisa masuk. Gue masih bisa membuka jendela dan ta daa...


Nah, masalahnya kerjaan gue tuh menuntut komputer (baca: browsing). Akhirnya gimana? Sempat kepikiran untuk

Tuesday, May 23, 2006
Menggoda Dee dengan Kucing
Maya dan Putsky punya satu hobi aneh yang bikin gue bete: menyiksa gue dengan kucing. Mereka tahu banget kalau gue suka kucing dan kayaknya seneng aja kalau bisa ngeliat gue bete atau sebel karena ketidakmampuan gue ngeliat kucing yang dimaksud. Contoh:
"Dee, di kost-kosan gue ada kucing anggora putih cakep, lho. Kemarin malam nyasar ke kamarnya Maya. Bulunya bagus banget."
Ini tentu aja bikin gue bete lantaran pas gue main ke sana, nggak ada kucingnya. Si kucing ini baru datang, berminggu-minggu setelah gue main dari sana. Sekarang, si mpuss sudah dibawa pergi entah kemana. Hiks tega sekali.
Atau yang ini.
"Dee baca deh ini..."
Maya nunjukin artikel di Reader's Digest. Di situ dibilangin kalau ada pulau di Australia di mana kucing dianggap jadi hama di sana. Tahu nggak apa yang mereka lakukan pada kucing-kucing yang tidak berdosa itu? Dijadikan tas dan topi? Aaaaaaarrrggghhh...... antara muntah ama marah campur jadi satu. Teganya! Teganya! Teganya!
Ngeliat reaksi gue begitu, Maya dan Pustky malah ngomporin, "Ya wajar kan. Mereka kan jadi hama. Mereka bikin punah burung asli sono."
But still.... hikss..... di mana rasa perikekucingan manusia-manusia itu? Kenapa nggak kucing itu disteril aja? Kenapa harus dibunuh? *nangis bombay terus lari-lari di taman ala India*
Udah gitu bos negeri tetangga dengan santainya datang ke cubicle dan bikin laporan yang sama sekali gak gue minta.
"Kemarin, mobil saya nabrak kucing hamil."
"Perutnya *****, nggak pak?" Yang ini datang dari ibu cubicle sebelah yang sekarang sedang menerapkan jurus menyiksa-dee-dengan-kabar-buruk-tentang-kucing.
Hueeeeeekkkkkkkk.........
Anyway, nggak selamanya kedua makhluk manis dengan dua tanduk dan tiga ekor itu selalu ngasih gue kabar jelek tentang dunia perkucingan. Mereka bisa jadi malaikat juga kok. Mereka memberi tahu kalau Fat Boy Slim punya video klip yang isinya kuciiiiiing melulu. Judulnya Joker.
Setelah hunting berminggu-minggu di internet, akhirnya gue nemu situs yang memuat video klipnya Fat Boy Slim itu. Silahkan dinikmati.
I'm Baaaacckkkkk....
Hoaaaa..... leganya. Akhirnya bisa kembali ke tanah Batavia ini. Biar sumpek, biar macet, biar penghuninya gila semua, tetap saja Jakarta bikin rindu. *Padahal sebenernya sih yang bikin kangen tuh internetnya. Di Jawa kan gak ada kesempatan buat main net. Belum lagi bioskopnya, belum lagi mallnya... he..he..he..*Hohoho... dapat apa dari Semarang? dapat capek gara-gara pergi mulu buat bantu promosi buku. Udah gitu gue sempat disuruh ke Kendal lagi yang notabene kering banget. Dua kali lagi! Haaa... muka gue kayak dipasang di atas penggorengan. Mana Semarang sama sekali gak turun hujan lagi (kecuali pas gue mau pulang).
Sekarang gue udah balik ke Jakarta. Pekerjaan setumpuk gunung udah nunggu. Untungnya bos gue masih gentayangan, so gue bisa rada-rada nyantai dikitlah.
*Maap gak bisa cerita banyak. Soalnya banyak rahasia perusahaan, sey. ^_^ Tapi secara keseluruhan, gimana juga, gue masih lebih cinta kerja di meja gue sendiri*
Saturday, May 13, 2006
Cerpen Ngebut Ney....
"Minggu depan kamu ke Semarang, ya."
Yaaaaaaa..... rusak udah rencana gue. Kalau nunggu balik dari Semarang, deadline udah lewat. Masa' sih gak ikut lomba gara-gara dinas doang.
Tadinya mau gue batalin aja. Tapi sayang banget. Draftnya udah jadi, tinggal poles sana poles sini. Akhirnya gue kebut aja bikinnya sambil ngikutin Indonesian ama American Idol.
He..he..he... akhirnya? Akhirnya cerpen baru kelar pagi ini. Hanya tiga jam sebelum keberangkatan gue ke Semarang. Bayangin aja. Udah gitu, gue nggak baca peraturan lengkapnya lagi. Ternyata diminta ngasih foto seukuran postcard. Ternyata juga cerita itu kudu memakai kertas F4. Mampus deh gue nyarinya. Untung tempat fotokopi langganan gue sedia. Untung juga begitu buka laci ada foto ukuran postcard. Biar fotonya jelek banget menurut gue. Bodo ah, daripada gak ada.
Soal menang atau kalah (seperti biasa) ya gue pasrah aja. Orang cerpen ngebut gitu minta menang (tapi tetap berharap menang, dong).
Anyway, people, I'll be gone for a week. Behave ya... behave....
Wednesday, May 10, 2006
4 Permainan Yang Bisa Kamu Lakukan Bersama Bayi Kucing
Semua kucing percaya bahwa mereka ditakdirkan untuk menguasai dunia. Tapi mereka lupa bahwa untuk menjadi kucing, mereka harus menjadi bayi kucing dahulu. Sebaliknya kita, manusia, percaya bahwa kucing ditakdirkan untuk menjadi menjadi mainan manusia. Karena itu, wahai manusia, bergeraklah lebih cepat dari kucing. Kuasai mereka sebelum mereka menjadi kucing dan menguasai kita!
Yang Kamu Butuhkan:
- Sejumlah bayi kucing berusia 7 hari. Makin banyak makin rame
- Induknya
- Wadah Kardus
- Kertas Koran
Cara Bermain
1. CAT-A-LEGO
Permainan ini sangat mudah dilakukan. Pertama-tama ambil dua bayi kucing dan jejerkan mereka dalam satu garis lurus. Lalu ambil satu lagi bayi kucing dan tumpuk di atasnya. Menariknya, obyek permainan secara otomatis akan membuat bentuk baru. Mungkin model satu kucing ditumpuk dua kucing atau ketiganya membentuk huruf baru. Kadang-kadang, induknya juga bergabung membuat formasi baru. Jangan memikirkan bentuknya karena umumnya mereka suka menciptakan bentuk abstrak atau surealisme yang hanya dimengerti bangsa kucing.
2. BITE ME IF YOU CAN
Ingin merasakan berada di mulut kucing, tanpa digigit? Inilah saatnya. Tapi ini lebih membutuhkan kesabaran daripada permainan cat-a-lego karena kucing tidak membuka mulut setiap saat. Jadi, tempelkan jari Anda ke mulut kucing atau tunggu saat ia mencari susu ibunya. Kalau berhasil, bayi kucing itu akan tertipu dan mengigit jari Anda karena mengira jari Anda adalah susu ibunya. Kalau gagal, paling Anda akan dianggap orang bodoh yang kurang kerjaan.
3. THE MOVING GAME
Pindahkan semua bayi kucing Anda keluar dari kotaknya. Sebelumnya bawa koran bekas dengan ini di depan induk kucing Anda, akan terlihat seperti berniat suci ingin mengganti alas boks bayi kucing Anda. Lakukan pemindahan ini tepat di hadapan induk kucing Anda. Ia akan kebingungan melihat Anda mengeluarkan semua anaknya. Saat Anda mengeluarkan kucing, sang induk akan melakukan sesuai keinginan Anda, mengembalikan semua anaknya ke dalam boks. Keluarkan lagi semua bayinya sambil berteriak dan mengatai induk kucing Anda. Kucing Anda tidak akan memerdulikan ucapan Anda. Setiap kali Anda mengeluarkan kucing Anda, setiap kali itu juga induk kucing Anda akan mengembalikan bayinya ke dalam kotak. Lakukan hingga Anda bosan atau hingga induk kucing Anda mencakar Anda.
4. HOW LONG CAN YOU GO?
Ini adalah permainan yang paling aman, tidak berbahaya bagi kucing Anda. Namun cukup berbahaya bagi mata Anda. Permainannya sederhana saja. Cukup perhatikan seberapa jauh bayi kucing Anda yang masih buta itu melangkah. Seperti halnya kucing dewasa, bayi kucing juga selalu melakukan gerakan tidak terduga. Kadang-kadang mereka diam, tapi bisa juga mendadak bergerak merayap ke arah yang tidak jelas. Kadang-kadang susu ada di utara, tapi mereka malah bergerak entah kemana. Berapa lama Anda bisa bertahan melihat kucing yang tidak melakukan apa-apa itulah yang menjadi tantangan dalam permainan ini.
Friday, May 05, 2006
My Office Is A Maze
Sibuk bagi para penghuni kantor karena sekarang saat-saat terpenting bagi keberlangsungan hidup yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Buku terlambat terbit bulan ini, masa depan bonus bakal berantakan. *Halah, emang sekarang bonusnya dah beres, Dee?*
Anyway, sementara deadline ada di ambang pintu, ruangan kantor malah dirombak abis-abisan. *Thank you for the support, boss!


Masalah tambah parah saat barang yang mo dipindah-pindah tuh menghalang-halangi jalan. Akhirnya kami menciptakan satu permainan kecil di kantor. Namanya, Find Your Cubicle. Caranya gampang, pikirkan jalan dari meja sekretaris di depan sampai ke cubicle loe. Kalau bisa sampai dengan selamat tanpa nyasar, loe menang! Nah permainan ini gampang-gampang susah, lantaran sepanjang jalan ada banyak kotak-kotak dan lemari yang posisinya sama nggak jelasnya dengan desain baru ruangan gue.
Anyway, meskipun deadline di depan mata dan pihak management gak bisa memilih waktu yang tepat untuk merenovasi kantor, semangat gak boleh turun, kan? Right! Makanya, berdasarkan semangat renovasi ini, gue ikut-ikutan merenovasi.... blog gue! *Bukan yang ini, yang satunya lagi*

He..he..he... emang cuma kantor yang bisa renovasi!
Tapi, merenovasi blog ternyata jadi pekerjaan yang lumayan berat. Apalagi blog yang satu itu gak pake blogspot, tapi berbasis wordpress. Hueeeee.... mampus.. mampus deh gue ngegantinya. Pasang satu-satu file, pasang gambarnya. Dan ternyata hasilnya ancur total! Font kegedean, gambar berantakan! Arrrgghhhh!
Tiga hari gue mabuk mikirin gimana cara supaya blog bisa bener. Soalnya sayang, gue suka ama desain yagn sekarang. Nggak begitu pasaran dibandingkan ama yang dulu. Gue malah sempat mikir, ganti host aja kali ya. Abis gue udah pusing mikirin gimana ngatasi side bar yang malah nempel di bawah.
Tapi alhamdulillah, akhirnya setelah googling kemana-mana, gue nemuin penyelesaian masalahnya. Ternyata ada salah satu postingan gue yang gak-tahu-gimana-ceritanya bisa dianggap host itu terlalu besar ukurannya. Terlalu besar apanya? Orang teks semua isinya!
Jadi yah, begitulah. Sementara kantor sibuk beres-beres ruangan, gue sibuk beres-beres blog. Nah, kerjaan gimana? He..he..he... Kerjaan nunggu dulu ye kalau gue udah berhasil keluar dari cubicle gue dengan selamat.