Belanja Terus...
Kata hasil sebuah penelitian, 61% pembelanjaan yang kita lakukan itu tidak direncanakan. Artinya, jangan heran kalau lebih banyak orang yang membawa pulang barang-barang yang tidak dibutuhkan daripada yang tidak dibutuhkan.Saya juga salah satunya. Meski enggan mengakui, saya bahkan termasuk orang yang tidak pernah membuat perencanaan kalau pergi ke toko. Satu-satunya perencanaan yang saya lakukan ya kalau saya iseng mau masuk. Bawa buku resep dan beli bahan yang dibutuhkan dalam resep. Tapi selain itu, he..he..he... ingin belanja apa.... bawa pulang apa...
Seperti kemarin malam. Saya sama sekali nggak niat belanja The Body Shop. Orang kebetulan aja letaknya Body Shop satu jalur dengan arah ke Fitness First (sapa suruh coba Body Shop ada di situ!) . Tapi begitu melihat paparan diskon di Body Shop, iman saya langsung rontok. Orang diskon gede-gedean sampai 50%, je!
Apa aja hasil belanja saya?
Hmm... let me see




Juba Perfume Oil
Lipstick
Masker
Africa Spa Butter Balm (tapi yang kecil)
Sebenarnya masih ada yang lain, tapi karena nggak nemu gambarnya di net, sengaja nggak saya sebutin. Lagipula, ntar ngeberatin situs.... ya, nggak? *alesan.com*
Tuh, nggak banyak, kan?
*Dijitakin orang sekampung*
Iseng-iseng, saya mencari quiz tentang produk body shop yang cocok buat saya. Ternyata memang ada.... sigh. Dan inilah hasilnya.
Fresh and sexy, everyone has a secret desire for you to be around them. You seldom enjoy taking centre stage, but the party is never the same without you there. You are a supportive and exciting friend who guarantees laughter and good times. What Body Shop Product Are You?
Labels: body shop
Friday, June 01, 2007
Dee is Doing Yoga

Baru sekitar dua minggu yang lalu gue tahu kalau di Fitness First ada kelas Yoga. So, biarpun duitnya lumayan menguras kantong, gue bela-belain ikut.
Ternyata? Hasilnya membuat gue menyadari bahwa badan gue super kaku. Kaki nggak bisa lurus banget. Paha gemetaran pas disuruh streching. Pokoknya, dibandingkan dengan yang lain, rasanya gue looser abis. Setengah mati gue ngikutin gerakan instrukturnya yang lumayan ganteng. (Heh..... apa hubungannya coba).
Meskipun demikian, gue tetap nggak mau berhenti. Di luar fakta bahwa instrukturnya ganteng, gue ngerasa badan lebih enak setelah latihan. Masih pegel-pegel di mana-mana sih (bahkan kemarin pergelangan kaki gue ketarik), tapi gue rasa itu karena badan gue nggak pernah dibawa olahraga aja, sih. Ntar juga bisa lebih baik. Apalagi latihan yoga kan nggak sehari dua hari jadi. Ibaratnya, kalau gue belajar nulis, gue baru belajar abcd. Nyusun kalimat aja belum bisa. So, sampai gue bosen ama instrukturnya (atau menemukan fakta bahwa dia gay... abis, kan cowok cakep kalau nggak menikah, gay, ya meninggal), rasanya gue bakal terus latihan.
PS: Tulisan ini adalah hasil semedi beberapa minggu yang lalu. Sekarang, setelah liat orangnya beberapa kali dan melihatnya cipika cipiki, entah kenapa derajat kegantengannya menurun. Lebih heran lagi, ternyata semangat Yoga gue belum juga menurun. Wow, gue enjoy yoga banget, ya.